Uncategorized

Membaca Konstruksi Simbolik (Part I)

edisi pertama

simbolik konstruksi

Seratus hari pemerintahan Presiden Joko Widodo

 

merupakan masa penuh penanda buat melepaskan ingatan warga dalam gaya kepemimpinan lama & membentuk narasi baru. Dengan sejumlah aktivitas dan kebijakannya, Presiden berusaha menorehkan simbol kepemimpinan yang berbeda.

Membentuk opini dengan meruntuhkan citra dan kekuatan politik lama , lalu merekonstruksinya, tampaknya menjadi sasaran utama dari awal masa pemerintahan baru Jokowi. Di bawah manuskrip berjudul “Revolusi Mental”, rakyat diinisiasi lewat sejumlah sekuel dramatik yg hadir ke hadapannya.

Revolusi Mental seolah menjadi frasa yg semakin dekat dan mudah dipahami, ketika sejumlah kapal pencari ikan ilegal tertangkap dan ditenggelamkan. Ada asa baru yg diletakkan, yakni kedaulatan daerah akan ditegakkan & kejayaan maritim akan dihadirkan, sebagaimana tertuang dalam “Nawa Cita” atau 9 Agenda Perubahan Jokowi.

Membangun mental baru, sepertinya memang sedang direalisasikan sang pemerintahan Joko Widodo pada awal pemerintahannya. Tidak hanya dengan membentangkan keberanian pada daerah kemaritiman, tetapi juga menyentuh ke dalam limit kehidupan, lewat penolakan grasi atas terpidana mati masalah narkoba.

Sebagai gebrakan awal, pemerintahan Jokowi cukup berhasil menarik perhatian rakyat. Apresiasi yg ditunjukkan masyarakat cukup besar , sebagaimana tergambar berdasarkan survei Litbang Kompas.

 

Terhadap tindakan pemerintah menenggelamkan kapal asing pencari ikan yg melanggar batas wilayah, 87,6 % rakyat menyatakan dukungannya. Demikian pula terhadap penolakan Presiden buat memberi grasi pada narapidana mati narkoba, 78,6 % menaruh persetujuannya. Hal senada pula dinyatakan terhadap ketentuan baru Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara & Reformasi Birokrasi, yang melarang instansi pemerintah buat kedap pada hotel.

Cukup banyak pesan yg tampaknya hendak disampaikan oleh Presiden, yg bisa dibaca menjadi upaya konstruksi membentuk khayalan baru model kepemimpinan. Meskipun pada fragmen-fragmen yang terkadang bertentangan satu dengan yang lainnya. Namun upaya mewujudkan antitesa terhadap kekuasaan usang hadir sebagai indikasi. Upaya simbolik menciptakan tradisi baru ini telah dimulai sejak pidato pertama kemenangan pasangan Jokowi–Jusuf Kalla pada atas kapal Phinisi & prosesi budaya selesainya pelantikannya menjadi presiden.

Langkah Presiden menaikkan harga premium & solar pada tengah turunnya harga minyak dunia,

 

layak dibaca sebagai bisnis menampilkan diri menjadi figur yg berani merogoh langkah tidak populer. Keberhasilannya bertahan berdasarkan guncangan popularitas, akan makin memperjelas sosoknya menjadi figur yg lain menurut pemimpin-pemimpin sebelumnya.

Demikian jua dalam soal penolakan memberi grasi kepada narapidana masalah narkoba, tampak bahwa upaya membangun kedaulatan politik sekaligus pula memberi pesan simbolik bahwa presiden kini tidak sama menggunakan presiden sebelumnya yang gampang menaruh grasi pada warga negara tetangga pada perkara yang serupa.

Walaupun sempat muncul gejolak akibat kenaikan harga BBM, tetapi tindakan menurunkan harga premium & solar satu setengah bulan lalu, membuat popularitas Jokowi tertahan menurut kemerosotan. Terlebih, waktu dalam dua minggu berikutnya pemerintah balik mengumumkan penurunan harga BBM, gejolak sosial sanggup dikatakan terselesaikan.

Meski demikian, kenaikan harga BBM meninggalkan jejak ekonomi yg sulit dihapus, yakni kenaikan harga-harga barang dan jasa. Telanjur naik, susah turun. Inilah yang terjadi dalam tarif angkutan dan beberapa jenis komoditas, yang dikeluhkan masyarakat masih tetap bertengger di harga tinggi.

Kurangnya kemampuan pemerintah dalam mengendalikan stabilitas harga barang dan jasa sertifikat keterampilan skt sertifikat keahlian ska menjadi kelemahan primer yg dirasakan publik. Selain itu, sebagian orang jua belum merasakan adanya perubahan yang signifikan selama tiga bulan pemerintahan ini berjalan. Dan, dalam beberapa hal, pemerintah dinilai tidak konsisten. Tampaknya, inilah harga yang wajib dibayar berdasarkan upaya menciptakan opini.

 

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close