beritaSpiritualTosan Aji

Satu keluarga satu keris

budaya keris

Pengurus kota Denpasar akan mewujudkan konsep satu keluarga satu keris, yang berarti setiap keluarga diimbau untuk memiliki satu keris. Ini dipindahkan oleh Kadis Perindag Denpasar, I Wayan Gatra di acara Petitenget Rahina Tumpek Landep untuk Museum Bali. “Karena peringatan ini, kami ingin menginspirasi filosofi satu keluarga di masa depan, karena sejak zaman Majapahit, penduduk Bali, terutama satu keluarga, terbiasa dengan keris, ini adalah warisan leluhur yang harus dilestarikan. mengingat keris melambangkan hubungan keluarga, “kata I Wayan Gatra, Denpasar, Bali, Senin (21/5/2015).

Acara tersebut langsung dibuka oleh Wakil Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara yang ditandai dengan pencabutan keris. Setelah itu kirab keris tampil, disusul pogyuban kris nusantara, tokoh masyarakat, pecalang, anggota dewan kota Denpasar dan masyarakat. Dalam hal ini juga buku “Browse Keris Nusantara” ditandatangani oleh wakil walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara. “Kami berharap perajin, khususnya pekerja besi, perak dan perak di Denpasar, dapat meningkatkan kreativitas dan produktivitasnya dengan bertukar ide dengan profesional,” kata ketua panitia Jero Bendesa Adat Pakraman Denpasar, Anak Agung Oka Suwetja. Temanya adalah “Keris Pusaka Indonesia World Cultural Heritage” yang dilakukan untuk memperbaiki pemahaman masyarakat tentang pentingnya Tumpek Landep (hari ibadah untuk benda-benda yang terbuat dari besi, emas, perak dan sejenisnya) yang berlangsung pada hari Sabtu, 16 Mei. 2015. Pameran dan bursa keris ini akan berlangsung hingga 13 Mei 2015.

Pengurus kota Denpasar akan mewujudkan konsep satu keluarga keris, yang berarti setiap keluarga dianjurkan untuk memiliki satu keris. Ini digerakkan oleh Kadis Perindag Denpasar, I Wayan Gatra saat acara Petitenget Rahina Tumpek Landep untuk Museum Bali. “Karena peringatan ini kami ingin menginspirasi filosofi keluarga di masa depan, karena sejak zaman Majapahit, masyarakat Bali, terutama satu keluarga, terbiasa dengan keris, ini adalah warisan leluhur yang harus dilestarikan, mengingat kerisnya. melambangkan hubungan keluarga “, kata I Wayan Gatra, Denpasar, Bali, Senin (21/05/2015).

Acara tersebut langsung dibuka oleh Wakil Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, yang ditandai dengan pengangkatan Kris. Setelah itu kirab keris, disusul pogyuban kris nusantara, tokoh masyarakat, pecalang, anggota dewan kota Denpasar dan masyarakat. Dalam hal ini juga buku “Browse Keris Nusantara” ditandatangani oleh wakil walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara. “Kami berharap para pengrajin, khususnya pekerja besi, perak dan perak di Denpasar, dapat meningkatkan kreativitas dan produktivitasnya dengan bertukar ide dengan profesional,” kata ketua panitia Jero Bendesa Adat Pakraman Denpasar, Anak Agung Oka Suwetja. Temanya adalah “Keris Pusaka Warisan Budaya Dunia” yang dilakukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya Tumpek Landep (hari kehormatan untuk benda-benda yang terbuat dari besi, emas, perak dan sejenisnya) yang berlangsung pada hari Sabtu, tanggal 16 Mei. 2015. Pameran dan bursa keris ini akan berlangsung hingga 13 Mei 2015.

referensi : jual keris bertuah kuno , ebay

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close