Spiritual

Makna Setan Di Belenggu Saat Bulan Puasa Ramadhan

Dalam hadits yang sudah sangat sering kita dengar, Rasulullah Muhammad saw bersabda bahwa: “Ketika masuk bulan Ramadhan, maka syaitan-syaitan dibelenggu, pintu-pintu surga dibuka, dan pintu-pintu neraka ditutup.” (HR Bukhari dan Muslim)

Agar kita bisa membayangkan maksud dari hadits ini, maka mari kita mengingat kembali penjelasan ihwal syahwat dan hawa nafsu di atas.

Syahwat dan hawa nafsu itu tak ubahnya “arang yang merah menyala”. Nah, yang dilakukan oleh syaithan adalah “mengipasi arang merah menyala itu agar semakin besar nyala apinya”…

Nah, di bulan Ramadhan ini, Allah membelenggu syaithan atau, agar mudah membayangkannya, “kipasannya terhadap arang merah menyala itu dilemahkan”…

Namun, jika selama bulan Ramadhan ternyata “syahwat” dan “hawa nafsu” kita tetap menyala-nyala seperti arang yang membara, maka salah siapakah itu?

Tetap makan rakus saat berbuka puasa, salah siapakah itu?
Tetap upload status sarkas dan penuh kebencian, lalu saling ejek, debat kusir, dan bertengkar di media sosial, salah siapakah itu?
Tetap heboh mempersiapkan kemasan luar berupa baju baru, sepatu baru dan gadget baru untuk Idul Fitri nanti, salah siapakah itu?
Tetap berprasangka buruk dan marah-marah, salah siapakah itu?

Dengan demikian, kita sangat bisa memakai bulan Ramadhan sebagai momen untuk bercermin ihwal “seperti apa kita ini sebenarnya” tanpa perlu beralasan “ini semua karena godaan syaithan”…

Yah, biar pun kepada syaithan, kita tetap tak boleh memfitnah. Iya toh?
Mereka lagi cuti selama Ramadhan, lha kok masih juga difitnah sama manusia.
Kalau sudah begitu, siapa yang lebih kebangetan? Syaithan atau manusia?

Karenanya, jika di bulan Ramadhan ternyata syahwat kita masih kencang tarikannya, berarti memang sebesar itulah hasrat material tersebut di diri kita, tanpa perlu kipasan dari syaithan.

Dan jika di bulan Ramadhan ternyata hawa nafsu kita masih panas membara, berarti memang sepanas itulah hasrat imaterial tersebut di diri kita, tanpa perlu kipasan dari syaithan.

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close