berita

Mantan Sekretaris Ini Raup Jutaan Rupiah dari Salak

Mungkin saja, pada beberapa orang tidak menyukai buah Salak karena bentuk dan pola kulitnya yang tajam dan kadang dapat melukai ketika ada orang yang menyantapnya. Yap, ini bisa jadi menjadi salah satu alasan orang malas mengonsumsi buah Salak.

Tapi, bagaimana kalau mencicipi Salak dalam bentuk lain, cair misalnya? Pasti mengasyikan.

Shelly menciptakan anugerah, seorang ibu rumah tangga yang kini memiliki tiga anak berhasil membuat sebuah inovasi yang amat menarik untuk dibahas. Tentunya, inovasi ini berkaitan dengan buah Salak. Racikan Shelly dari buah Salak ini berhasil menjadikan buah Salak menjadi banyak produk yang tentunya digemari dan siap disantap.

Tahun 2010 silam, Shelly mulai menjajaki usaha di sektor kuliner. Tahun 2016, Shelly berhasil menjadikan buah Salak, yang notabene adalah salah satu hasil buah terbaik di iklim tropis Indonesia menjadi sebuah olahan baru untuk disantap penggemarnya.

“Awalnya itu untuk mensosialisasikan manfaat buah salak dalam bentuk makanan dan minuman yang baru yang enak,” kata dia kepada media, Jakarta, Sabtu (28/4/2018).

Shelly awalnya bekerja sebagai sekretaris direksi di salah satu perusahaan swasta ini semakin serius menggeluti bidang usahanya. Tentunya, hal ini didukung oleh desakan ekonomi dan dibarengi dengan dirinya yang sangat hobi dalam kegiatan masak memasak.

Ia menyebutkan, pada saat menjadi sekretaris, dirinya memiliki penghasilan kurang lebih 2 hingga 3 juta rupiah. Dari pendapatan ini, disisihkan olehnya kurang lebih 500 ribu rupiah untuk memulai usaha di bidang kuliner dari buah Salak.

“Saya dulunya wanita kantoran sejak menjadi ibu rumah tangga dengan 3 anak karena dorongan ekonomi dan hobi memasak timbul lah niat usaha di bidang kuliner supaya bisa usaha di rumah sambil mengurus anak dan rumah tangga,” jelas dia.

Dengan modal yang terbilang sangat kecil, Shelly mampu menggunakan uang tersebut untuk membeli bahan baku secukupnya dan menjualnya ke kalangan terdekat serta relasi di sekitarnya.

Seiring waktu berjalan dan usaha mensosialisasikan produk olahannya pun mulai memberikan hasil yang positif. Produknya tersebut kini dikemas dengan merk Salaku (olahan salaku). Makanan olahannya pun cukup banyak dan harganya relatif terjangkau dari Rp 15.000-Rp 65.000. Produk makanan olahannya itu antara lain Brownlak/brownies salak dibanderol Rp 65.000, Pielak/bolak dibanderol Rp 50.000, Cooklak/cookies salak dibanderol Rp 50.000.

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close